“PEMBINAAN BAHASA INDONESIA DI LINGKUNGAN KELUARGA” DAN “PEMBINAAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH”

 

Mata Kuliah : Pembinaan dan Pengajaran Bahasa Indonesia

Dosen : Lisa Septia Dewi Br. Ginting

Nama Mahasiswa : Qori An-Nisa

NIM : 221214008

Kelas : 6-A

SAYA MENGAMBIL REVERENSI UNTUK DI PEMBAHASAN BLOGGER SAYA DARI BUKU YANG BERJUDUL PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA INDONEISA BAB 6 YANG BERJUDUL “PEMBINAAN BAHASA INDONESIA DI LINGKUNGAN KELUARGA” DAN BAB 7 YANG BERJUDUL “PEMBINAAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH”

Sebelumnya saya akan memberitahu bahwasannya menurut saya bahasa indonesia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga warisan budaya yang harus dijaga. Namun,di dalam kehidupan kita sehari-hari pun, banyak orangs ekitar terutama anak muda yang mana lebih sering menggunakan bahasa campuran. Misalnya, saat berbicara dengan teman, mereka mengatakan, "Besok aku ada meeting di cafe dekat mall." atau menulis pesan di media sosial dengan bahasa campuran yang kurang sesuai dengan kaidah.

Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, menurut saya kemampuan dalam berbahasa Indonesia yang baik saja bisa semakin menurun. Padahal, bahasa adalah cerminan identitas suatu bangsa. Oleh karena itu, keluarga dan sekolah memiliki peran besar dalam membiasakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik. Keluarga adalah tempat pertama anak belajar berbicara, sedangkan sekolah menjadi tempat mereka memperdalam dan mengasah keterampilan berbahasa. Jika di dua lingkungan ini bahasa Indonesia tidak dibiasakan dengan baik, maka lama-kelamaan bahasa kita bisa tergeser oleh bahasa asing atau bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah.

 Kita anjut ke pembahasan pada kedua bab itu ya, yuk di baca dan dipahami

"Peran Keluarga dalam Pembinaan Bahasa Indonesia".

Di rumah, kita sering melihat anak-anak pertama kali belajar bicara. Mereka meniru cara orang tua ketika berbicara. Jadi, kalau sekiranya orang tua sering menggunakan bahasa yang baik, anak-anak pun akan terbiasa. Tetapi kalau di rumah anak lebih sering mendengar bahasa campuran atau bahasa yang tidak baku ataupun tidak baik, kebiasaan itu bisa terbawa sampai besar oleh anak tersebut.

Contohnya, saat sedang makan malam bersama keluarga, daripada berkata, "Tadi di school aku belajar math sama teman," lebih baik anak dibiasakan mengatakan, "Tadi di sekolah aku belajar matematika bersama teman."

Menurut saya ada beberapa cara sederhana yang bisa kita terapkan di rumah yaitu:

  1. Gunakan bahasa Indonesia yang jelas dan sopan. Saat kita sedang berbicara dengan anak, orang tua bisa memberi contoh dengan menghindari kata-kata yang tidak perlu dicampurkan dengan bahasa asing atau bahasa gaul. Misalnya, dari pada berkata "Handphone kamu mana nak?" nah kita sebagai orang tua lebih baik menggunakan kalimat "Ponsel kamu di mana nak?" .

  2. Membiasakan membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia.Kita sebagai orang tua lebih baik mengajak anak kita untuk membaca buku cerita atau majalah berbahasa Indonesia.sebenernya tidak harus majaah mengenai bahasa Indonesia saja akan tetapi bisa juga kita membacakan buku cerita mengenai bahasa-bahasa daerah agar mereka juga tau dengan bahasa daerah akan tetapi liebih bagus sering lah kita membacakan atau mendongengkan yang berkaitan dengan bahasa Indonesia nya yang baik Misalnya, sebelum tidur, orang tua bisa membacakan dongeng nusantara dibandingkan cerita dari luar negeri yang diterjemahkan.
  3.  Kurangi penggunaan bahasa asing jika tidak perlu, Jika kita bisa menggunakan istilah dalam bahasa Indonesia, sebaiknya hal itu diutamakan. Misalnya, dari pada mengatakan "Meeting kita di reschedule ke next week ya," lebih baik kita bisa katakan "Rapat kita dijadwalkan ulang ke minggu depan ya."
  4. Ajarkan sopan santun dalam berbahasa, Selain tata bahasa, intonasi dan pemilihan kata juga penting. Anak-anak harus diajarkan untuk berbicara dengan hormat kepada orang yang lebih tua. Misalnya, membiasakan mengucapkan "Permisi", "Terima kasih", dan "Maaf".

2.

                                                                 "Peran Sekolah dalam Pembinaan Bahasa"

Di sekolah, anak-anak mengasah keterampilan berbahasa mereka lebih dalam. Sayangnya, banyak siswa lebih nyaman menggunakan bahasa sehari-hari yang tidak baku, bahkan dalam tugas sekolah. Contohnya, saat membuat laporan, beberapa siswa masih menulis, "Gue sama temen-temen udah ngerjain tugas ini dari kemaren." Padahal, dalam bahasa yang baik, seharusnya ditulis, "Saya dan teman-teman telah mengerjakan tugas ini sejak kemarin." 

Beberapa masalah yang sering terjadi di sekolah:

  1.  Siswa kurang sadar pentingnya bahasa indonesia yang baik.
  2. Banyak yang menganggap bahasa Indonesia baku hanya perlu digunakan dalam ujian, bukan dalam kehidupan sehari-hari.
  3.  Pengaruh media sosial yang begitu kuat.
  4.  Anak-anak lebih sering membaca dan menulis dengan gaya bahasa santai seperti yang mereka lihat di media sosial.
  5. Guru kurang menekankan pentingnya bahasa yang benar dalam kehidupan sehari-hari
  6.  Terkadang, guru itu lebih fokus mengajar materi pelajaran, tanpa memperbaiki cara siswa berbicara atau menulis.

Beberapa langkah yang bisa diterapkan di sekolah:

1.      Mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dalam tugas akademik Misalnya, saat presentasi di kelas, siswa harus berbicara dengan bahasa yang jelas dan sesuai kaidah.

2.      Mengadakan program membaca dan menulis kreatif,  Sekolah bisa juga mengadakan lomba menulis cerpen, membuat majalah dinding, atau resensi buku untuk melatih keterampilan berbahasa siswa.

3.      Menggunakan teknologi untuk pembelajaran bahasa.  Misalnya, membuat aplikasi permainan kata dalam bahasa Indonesia atau menggunakan media interaktif agar siswa lebih tertarik belajar.

4.      Guru sebagai panutan dalam berbahasa. Guru harus selalu menggunakan bahasa yang baik dan mengoreksi siswa jika mereka berbicara atau menulis dengan bahasa yang tidak sesuai.

Kesimpulan

    Bahasa Indonesia adalah bagian dari identitas kita. Jika kita tidak dibiasakan berbahasa indonesia dengan baik saja, seiring berjalannya waktu kita akan kehilangan kebiasaan kita dalam berbahasa yang benar. Menurut saya keluarga dan juga sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kebiasaan ini.

    Di lingkungan rumah, orang tua bisa memulai dengan membiasakan berbicara dalam bahasa indonesia yang baik ya. Dan di sekolah, guru dan siswa juga harus bersama-sama menjaga kualitas bahasa indonesia dalam komunikasi sehari-hari. Jika kita tidak mulai sekarang, bisa jadi di masa depan bahasa Indonesia hanya menjadi bahasa kedua di negara kita sendiri. Mengapa saya mengatakan seperti itu? Karena pada saat ini saja masyarakat indonesia lebih menggunakan bahasa asing yang lagi trendin g di zaman sekarang apalagi untuk di zaman yang akan datang.  Jadi, mari kita mulai dari diri sendiri dengan megunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari ya! .

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DEMI KEREN, BAHASA INDONESIA MULAI DITINGGALKAN?

PANTUN BAHASA ANGKOLA BESERTA AKSARA ANGKOLA