DEMI KEREN, BAHASA INDONESIA MULAI DITINGGALKAN?
Mata
Kuliah : Pembinaan dan Pengajaran Bahasa Indonesia
Dosen
: Lisa Septia Dewi Br. Ginting
Nama
Mahasiswa : Qori An-Nisa
NIM
: 221214008
Kelas
: 6-A
DEMI
KEREN, BAHASA INDONESIA MULAI DITINGGALKAN?
Pernahkah
kamu menyadari bahwa sekarang kita semakin jarang menggunakan bahasa Indonesia
secara baik dalam percakapan sehari-hari? Di saat kita mengobrol dengan teman,
mengetik pesan, ataupun di saat kita sedang mengunggah sesuatu di media sosial,
sering kali kita mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing atau bahasa
daerah. Seolah-olah, semakin banyak istilah asing yang kita gunakan, semakin
keren dan modern kita terdengar. Tapi, apakah ini tanda bahwa bahasa Indonesia
mulai kehilangan tempatnya?
“PENGARUH
BAHASA ASINGVANTARA TREN DAN ANCAMAN”
Bahasa asing, terutama
bahasa Inggris, semakin banyak digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, dari
pekerjaan, pendidikan, hingga media sosial.
1. DI DUNIA KERJA DAN KAMPUS
Banyak perusahaan lebih suka memakai istilah seperti meeting daripada "rapat," deadline daripada "batas waktu," atau upgrade daripada "peningkatan."Mahasiswa pun ikut-ikutan. Mereka lebih sering bilang research daripada "penelitian" atau presentation daripada "presentasi."
2. DI MEDIA SOSIAL DAN GAYA HIDUP
Kata-kata
seperti healing, vibes, outfit, glow-up, dan flexing lebih sering dipakai
dibandingkan dengan padanan bahasa Indonesia. Banyak orang merasa bahasa
Inggris terdengar lebih "gaul" dan kekinian, padahal bahasa Indonesia
punya kata-kata yang tidak kalah keren. Tanpa kita sadari, kebiasaan ini
membuat bahasa Indonesia seperti tidak lagi menjadi pilihan utama.
“PENGARUH
BAHASA DAERAH MEMPERKAYA ATAU MEMBINGUNGKAN BAGI KITA?”
Selain bahasa asing,
bahasa daerah juga berperan besar dalam perubahan cara kita berbahasa. Banyak
orang mencampur bahasa daerah dengan bahasa Indonesia dalam percakapan
sehari-hari.
1. PERCAKAPAN SEHARI-HARI YANG CAMPUR
ADUK
Orang
Jakarta sering berkata, "Gue udah bilang, serius dah!" yang merupakan
campuran bahasa Indonesia dan Betawi. Orang Jawa sering menggunakan kalimat
seperti, "Aku lho sudah ngomong dari tadi," yang mencampurkan bahasa
Indonesia dengan Jawa
2. PELESTARIAN ATAU GANGGUAN?
Di
satu sisi, penggunaan bahasa daerah bisa membantu melestarikan budaya.Di sisi
lain, jika terlalu sering digunakan dalam komunikasi formal, bisa membuat
bahasa Indonesia kehilangan bentuk bakunya.
APA DAMPAKNYA BAGI KITA?
Pergeseran ini membawa
dampak bagi kita, baik dari positif maupun negatif ya.
Ø Dampak
positif nya yaitu bahasa Indonesia kita menjadi berkembang dan semakin dinamis
dalam memudahkan kita untuk berkomunikasi
di era global sekarang ini.
Ø Dapak
negatif yaitu bahasa indonesia semakin jarang digunakan secara benar. Generasi
muda lebih terbiasa menggunakan istilah asing dari pada kata-kata dalam bahasa
Indonesia. Bisa jadi, suatu saat bahasa Indonesia tidak lagi menjadi bahasa
utama di negeri kita sendiri.
KESIMPULAN
Bahasa adalah cerminan
jati diri sebuah bangsa. Menggunakan bahasa asing atau bahasa daerah memang
bukan hal yang salah bagi kita, bahkan bisa memperkaya cara kita berkomunikasi.
Namun, di tengah derasnya pengaruh globalisasi ini, kita tidak boleh melupakan
akar bahasa kita sendiri. Karena menurut saya Bahasa Indonesia adalah identitas
yang menyatukan kita sebagai bangsa. Jangan sampai hanya ingin terlihat keren
atau mengikuti tren, kita perlahan meninggalkan bahasa yang telah menjadi
simbol persatuan kita. Kita bisa tetap modern tanpa harus mengorbankan
keindahan bahasa sendiri ya. Mulailah dari hal kecil dengan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar dalam percakapan formal maupun tidak formal,
dalam tulisan, dan di media sosial. Dengan begitu, kita tidak hanya sekadar
berbicara, tetapi juga merawat dan melestarikan warisan budaya kita yang
berharga bagi generasi mendatang.
DAFTAR PUSTAKA
Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2023). “Pengaruh Bahasa Asing terhadap
Penggunaan Bahasa Indonesia.” Diakses dari https://badanbahasa.kemdikbud.go.id.
Setyawati,
R. (2022). "Fenomena Campur Kode dalam Bahasa Sehari-hari." Jurnal
Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 45-58.
Santoso,
B. (2021). “Perubahan Bahasa Indonesia di Era Digital.” Artikel diakses dari
https://www.kompas.com.

Sangat bermanfaat sekaliii Qoriii
BalasHapusTerimakasih hanaaa
HapusKita harus bangga dengan bahasa kita "Bahasa Indonesia".
BalasHapusSangat bermanfaat, semangat terus qori🔥🔥
Yapss betul, terimakasih anggii
Hapus